Sahabat

Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain pergi meninggalkanmu.

Rencanamu

Segera laksanakan rencana keberhasilanmu di hari ini, jangan tunda lagi, jangan buang waktu, karena waktu tidak bisa menunggu.

Hidup

Hidup ini bukan tentang apa yang dipikirkan mereka yang membencimu, namun tentang apa yang dipikirkan Tuhan yang menyayangimu.

Menulis

Tulislah apapun yang sedang kamu pikirkan walaupun hanya sebaris!

Thursday, 19 April 2018

Penggemar Rahasia Hob




Mana penggemar Andrea Hirata? Angkat tangan! Mari merapat! Kita akan bicara tentang buku ke-sepuluh Bapak Laskar Pelangi yang masih tentang Belitong, local wisdom dan sahaja masyarakat Melayu yang complicated.

Thursday, 12 April 2018

Blog Tugas Suka-Suka ala Mbak Ratih



Well, akhirnya saya ngeblog lagi.


Terlanjur nyemplung Reading Challenge Odop, yaudeh ngerjain tugas-tugasnya sekalian. Nekat sangat ini mah. Padahal kerjaan lain masih numpuk. Hiks.


By the way bus way, tugas (katanya sih bonus) kali ini adalah buat review dari blog teman yang ditunjuk. Dan thanx God, saya kebagian comment buat Mbak Ratih Madu alias Ratih Honey yang punya rumah virtual di sini.

Monday, 9 April 2018

Akhirnya ikut RCO



Setahun lalu (2017) ketika Forum Lingkar Pena Jawa Timur menginisiasi sebuah program bertajuk Reading Challenge, saya bergegas gabung  tanpa pikir panjang. Penting  banget ini mah, untuk mengkhatamkan buku berjajar di rak yang  satu-dua eh tiga-empat, enggak,  lima enam (kok banyak yaa... ) belum terbaca.

Friday, 16 February 2018

AKU, FLP, DAN MIMPI KELILING DUNIA



Dulu, seujung-kuku pun saya tidak berani punya mimpi keliling dunia. What? keliling dunia? boro-boro! Bisa traveling gratis keluar kota saja sudah girang luar biasa.

Saya bukan anak raja, bukan anak ulama. Bapak (alm) adalah lulusan SMP yang selalu merasa beruntung bisa menjadi pegawai negeri golongan dua. Ibu adalah lulusan SD yang berjualan es teh di pasar besar agar asap dapur terus mengepul. Setiap hari ibu menunggui rombong kecil hasil karya Bapak, menjadi pahlawan bagi para kuli panggul yang kehausan.

Monday, 28 August 2017

Abacip



Andaikan
setiap orang adalah tukang sampah, mungkin
Bumi akan jadi lebih hangat
Mungkin juga tidak

Abacip bangun petang
saat manusia belum tidur,
mencari hati
yang hilang.
Mujud ciptaan kepalanya
berganti bila digenggam. Lebih sering dari setan berubah jadi-jadian.

Aku senang tak pernah bisa
menggenggam apa-apa. Tapi tetap, kehilangan. Atau aku mengecap terlalu banyak, dengan pori-pori di sekujur

jasmaniku?

Abacip
kehilangan sumur di mata, pipi keriputnya sendang tandus yang basah. senyum di tàngan kakinya mengorek
kubangan komor, tempat berpesta
tuan nona dengan tari larva
yang menggemaskan tikus-tikus

jelata.

Sunday, 27 August 2017

Hanya (mungkin)



Perjalanan ini
terlalu panjang
Untuk kusantap dengan
lidahku.


Aku berlari saat tertidur
atau (mungkin)
tertidur saat mengejar bayanganku
sendiri, yang lebih nyata
dari sekadar wajah
dipantul cermin

Mataku mendengar suara
yang takpernah kau katakan
karena
liang kupingku kebas menyecap duli
yang berbusa-busa
dari dalam lambung buncit


yang mengais iba.
Aku ingin bicara
pada telinga
sendiri, sedang bibirku sibuk mengunyah karbon di jalan
raya.


Kata-kata yang tak kumengerti
artinya, kadang terlahir tanpa aba-aba. Dari rahim yang kosong


di dalam kepala.
Aku menuju engkau
yang terus berjalan dan tak pernah


sampai. Agar mampu kunikmati
hasrat untuk melihatmu
dari jarak yang


kubenci. Aku terkadang hanya ingin
memuja sosok
yang tak kukenal.


(mungkin) diriku
Sendiri


Sunday, 6 August 2017

Realisme Sosial dan Perang Aksara: Review Cerpen Uncle Ik



Sejarah dunia berlangsung dalam dikotomi perang dan harmoni. Perang sendiri adalah sebuah siklus yang hampir tak pernah putus, ibarat ayam dan telur, telur atau ayam. Entah mana yang lebih dahulu, perang yang menciptakan neraka dunia, atau setan-setan yang menyulut perang.